Hallo sobat LSP Ebiskraf ! pengertian kewirausahaan menurut para ahli, sering dicari karena kewirausahaan tidak hanya sekadar punya bisnis.
Di banyak pembahasan akademik dan praktik di lapangan, kewirausahaan dipahami sebagai proses menciptakan nilai melalui inovasi, keberanian mengambil risiko, dan kemampuan membaca peluang.
Karena itu, definisinya bisa berbeda-beda tergantung sudut pandang ahli yang menekankan aspek risiko, kreativitas, peluang, atau nilai tambah.
Apa pengertian kewirausahaan?

Secara praktis, kewirausahaan adalah proses membangun dan menjalankan usaha dengan menggabungkan peluang, inovasi, serta pengelolaan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah.
Dalam banyak sumber populer di Indonesia, kewirausahaan juga dijelaskan melalui akar katanya. wira dan usaha, yang kemudian dimaknai sebagai aktivitas membangun usaha secara mandiri dan siap menghadapi risiko.
Namun, ketika masuk ke literatur para ahli, definisinya menjadi lebih spesifik, ada yang menekankan ketidakpastian harga, ada yang menekankan penciptaan yang baru dan berbeda, dan ada yang menekankan proses mencari peluang secara sistematis.
Mengapa definisi kewirausahaan bisa berbeda menurut para ahli?

Perbedaan definisi biasanya muncul karena setiap ahli menyoroti titik berat yang berbeda, misalnya:
- Risiko dan ketidakpastian (entrepreneur sebagai pengambil risiko)
- Inovasi dan kreativitas (entrepreneur sebagai inovator)
- Peluang (entrepreneur sebagai pencari dan pengelola peluang)
- Nilai tambah (entrepreneur sebagai pencipta value untuk diri sendiri dan orang lain)
Kerangka ini terlihat jelas ketika kita membandingkan definisi Cantillon (risiko harga), Drucker (menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda), hingga Robbins & Coulter (proses mencari peluang dan menciptakan hal baru secara terencana).
Jangan tunggu lagi! Daftar sekarang dan jadilah bagian dari talenta terbaik di era digital.
Sertifikasi Kompetensi LSP Ebiskraf

Tahun 2026, persaingan profesional makin nyata dan tanpa kompromi. Tanpa sertifikasi kompetensi resmi BNSP, peluang karier, proyek, dan kepercayaan klien bisa dengan mudah berpindah ke orang lain.
Faktanya di lapangan:
- Banyak perusahaan, lembaga, dan instansi kini mensyaratkan sertifikasi kompetensi.
- Klien dan mitra bisnis lebih memilih profesional dengan bukti keahlian yang diakui negara.
- UMKM, koperasi, dan pelaku usaha dituntut memiliki standar kompetensi yang jelas dan terverifikasi.
- Di era transformasi digital dan ekonomi kreatif, kemampuan saja tidak cukup tanpa legitimasi resmi.
Di tahun 2026, sertifikasi bukan lagi pelengkap CV—melainkan penentu daya saing.
LSP Ebiskraf hadir untuk menjawab tantangan ini.
Mendampingi Anda memperoleh Sertifikasi Kompetensi Berlisensi BNSP agar keahlian Anda diakui secara nasional, kredibel, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Kenapa Harus LSP Ebiskraf?
- Program Sertifikasi Komprehensif: Dibuat khusus untuk memenuhi kebutuhan industri.
- Berorientasi Praktik: Langsung terapkan ilmu yang kamu pelajari.
- Dukungan Karier Profesional: Tingkatkan kredibilitas dan daya saingmu di pasar kerja.
Kami percaya, setiap langkah kecil yang kamu ambil hari ini akan membuka peluang besar di masa depan. Saatnya buktikan keahlianmu dan melangkah lebih dekat menuju kesuksesan!
Jangan tunggu lagi! Daftar sekarang dan jadilah bagian dari talenta terbaik di era digital.
Pengertian kewirausahaan menurut para ahli (definisi yang paling sering dipakai)

Di bagian ini, saya rangkum definisi yang paling sering muncul di materi sekolah/kampus, artikel edukasi, dan rujukan bisnis di Indonesia.
1. Richard Cantillon: kewirausahaan sebagai risiko dalam ketidakpastian
Cantillon menekankan bahwa kewirausahaan berkaitan dengan aktivitas membeli pada harga tertentu lalu menjual kembali pada harga yang belum pasti artinya ada unsur ketidakpastian yang harus ditanggung pelaku usaha.
Maknanya untuk praktik wirausaha tidak hanya jualan, tetapi berani mengambil keputusan ketika hasil akhirnya belum bisa dipastikan.
2. Peter F. Drucker: kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda
Drucker menjelaskan kewirausahaan sebagai kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru atau berbeda (inovasi sebagai inti).
Maknanya untuk praktik: kewirausahaan kuat ketika produk/jasa punya pembeda, bukan sekadar ikut-ikutan pasar.
3. Thomas W. Zimmerer: kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan menangkap peluang
Zimmerer menekankan kewirausahaan sebagai proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan serta menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan/usaha.
Maknanya untuk praktik: ide bisnis yang baik biasanya lahir dari masalah nyata, lalu dijawab dengan solusi yang punya nilai.
4. Robbins & Coulter: proses mencari peluang dan menciptakan sesuatu yang baru secara terencana
Dalam definisi ini, kewirausahaan dipandang sebagai proses mencari peluang usaha dan menciptakan sesuatu yang baru melalui inovasi yang terencana atau terorganisir.
Maknanya untuk praktik: kewirausahaan bukan aktivitas “coba-coba” semata; ada proses, perencanaan, dan pengelolaan.
5. Kasmir: keberanian mengambil risiko untuk memulai bisnis
Kasmir menegaskan kewirausahaan sebagai jiwa pemberani dalam mengambil risiko untuk memulai bisnis di berbagai kesempatan.
Maknanya untuk praktik: mental dan keberanian memulai menjadi fondasi, meskipun tetap perlu perhitungan.
6. Eddy Soeryanto Soegoto: usaha kreatif berbasis inovasi yang menciptakan nilai tambah dan manfaat
Soegoto memandang kewirausahaan sebagai usaha kreatif yang dibangun berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru, bernilai tambah, memberi manfaat, bahkan menciptakan lapangan kerja.
Maknanya untuk praktik: kewirausahaan idealnya punya dampak, tidak hanya profit pribadi tetapi juga manfaat sosial/ekonomi.
Kami juga pernah membahas Sertifikasi UMKM, kamu bisa membacanya dengan klik tulisan biru di paragraf ini.
Apa unsur utama Pengertian kewirausahaan berdasarkan definisi para ahli?

Kalau kita iris benang merah dari definisi-definisi di atas, unsur yang paling konsisten muncul adalah:
1) Peluang: kemampuan melihat celah kebutuhan pasar (proses mencari peluang).
2) Inovasi dan kreativitas: membuat solusi baru atau berbeda.
3) Risiko terukur: berani mengambil keputusan dalam ketidakpastian.
4) Nilai tambah: menghasilkan value, manfaat, dan dampak.
Unsur ini membantu kamu menjelaskan kewirausahaan secara ilmiah tanpa terjebak definisi yang terlalu pendek.
Jangan tunggu lagi! Daftar sekarang dan jadilah bagian dari talenta terbaik di era digital.
Contoh penerapan kewirausahaan (agar definisi tidak berhenti di teori)

Misalnya kamu melihat masalah: UMKM kuliner di sekitar kamu kesulitan mengelola pesanan ketika ramai. Jika kamu membuat sistem sederhana (misal template order, pencatatan stok dan alur produksi) lalu menjadikannya layanan, itu sudah masuk pola kewirausahaan karena:
- Kamu menangkap peluang dari masalah nyata (peluang + problem-solving).
- Kamu menciptakan sesuatu yang baru/berbeda dibanding cara manual sebelumnya (inovasi).
- Kamu menghadapi ketidakpastian: apakah layananmu dipakai, apakah mau bayar, dan sebagainya (risiko).
- Kamu memberi nilai tambah: proses lebih rapi, lebih cepat, dan bisa meningkatkan penjualan (value).
Kesimpulan
Pengertian kewirausahaan menurut para ahli pada intinya mengarah pada proses menciptakan nilai melalui peluang, inovasi, dan keberanian menghadapi risiko.
Cantillon menekankan ketidakpastian, Drucker menekankan baru dan berbeda, Zimmerer menekankan kreativitas-inovasi untuk memecahkan masalah, Robbins & Coulter menekankan proses yang terencana, Kasmir menekankan keberanian memulai, dan Soegoto menekankan usaha kreatif berbasis inovasi yang memberi manfaat serta nilai tambah.
FAQ
Definisi yang paling mudah adalah: kewirausahaan merupakan proses membangun dan menjalankan usaha dengan memanfaatkan peluang, melakukan inovasi, serta menciptakan nilai tambah sambil menghadapi risiko.
Dalam banyak sumber, wirausaha merujuk pada orang/pelakunya, sedangkan kewirausahaan merujuk pada sikap, proses, dan kemampuan dalam menjalankan aktivitas usaha (mindset, cara kerja, dan praktiknya). Penjelasan berbasis definisi KBBI dan uraian edukatif biasanya membedakan “subjek” (orangnya) dan “konsep/proses” (kegiatannya).
Karena beberapa definisi kunci menempatkan inovasi sebagai inti menciptakan sesuatu yang baru atau berbeda, atau menerapkan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan menangkap peluang.



Leave a Comment